Jum’at 15 Januari  Tahun 2021 menjadi catatan kelam bagi Kalimantan Selatan. Hujan disertai angin yang turun tidak berhenti sejak kamis  14 Januari 2021. Dikabarkan beberapa informasi dari media sosial dan rekaman amatir warga di beberapa daerah air meninggi dan menggunung serta tak terkendalikan dengan cepat menjadi seperti arus deras banjir bandang yang melalap dan merendam habis seluruh daerah dan pemukiman warga di daerah barabai dan hulu sungai.

Hujan terus mengguyur kota Banjarmasin hingga pada sabtu 16 Januari 2020 kota yang dijuluki seribu sungai inipun menyaksikan langsung air hujan dan penambahan debit air yang sangat cepat dengan bertambahnya genangan dan ketinggiannya terus meningkat membuat setiap warga heran darimana air yang datang seperti sungai yang di tumpahkan. Cemas dan khawatir itulah yang dirasakan warga alimantan selatan.

Keesokan harinya banjir bandang terjadi yang meluluh lantahkan beberapa kabupaten di wilayah Kalimantan selatan. Parahnya beberapa rumah warga serta dusun di daerah barabai dan hantakan serta sungai kabupaten banjar hilang bak benda yang berada ditengah sungai tergusur oleh gelombang air yang dera, keruh, dan tinggi.

Peristiwa ini merupakan kali pertama Kalimantan selatan mengalami musibah dengan julukan “Kota Sepuluh Ribu Sungai”  istilah itu tepat untuk menggambarkan gelombang deras banjir bandang yang meluluh lantahkan beberapa daerah dikalimantan selatan.  Kali ini Banjir bandang  menenggelamkan sedikitnya 104.521 unit rumah terdampak, menggenang 115 unit rumah ibadah, 1.236 sarana pendidikan,  membuat sejumlah warga mengungsi sebanyak 55.031 jiwa, warga terdampak 503.557  jiwa, serta merenggut sedikitnya korban meninggal dunia  sebanyak 19 jiwa (red-MDMC).

Tidak hanya itu banjir bandang yang terjadi juga menggenang kota Banjarmasin selama beberapa hari hingga akses aktivitas masyarakat terputus baik didalam kota maupun antar kota yang diakibatkan genangan tinggi air serta putusnya jebatan penghubung antar kota akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Kalimantan selatan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM tidak tinggal diam, dalam wa group Dosen dan Staf  FEB ULM atas dasar akurasi kecepatan  informasi yang saat ini dengan cepat menyebar dari berbagai sumber informasi amatir maupun resmi gerak inisiasi dari salah satu anggota Dosen di Group langsung memberikan saran dan inisiasi secara spontan untuk dapat langsung bergerak tanggap bencana dengan memberikan kontribusi sumbangan dana tertentu dari Dosen maupun Karyawan FEB ULM bagi korban banjir terdampak dibeberapa daerah yang ditulis secara urut dalam daftar inisiasi donasi yang diajukan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM merespon dengan cepat melalui Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan yang ditugaskan mengkoordinir Dana dari Para Dosen dan Karyawan dilingkungan FEB ULM yang terketuk hatinya untuk bisa memberikan empatinya dalam donasi yang dikumpulkan melalui group wa tersebut yang langsung ditindaklanjuti dihari yang sama.

Donasi Tanggap Bencana FEB ULM yang diserahkan Melalui Lazismu Kalsel

Terkumpul sebanyak Rp.35.000.000., (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah)  yang disampaikan laporan langsung Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB ULM (Dr. Ade Adriani, SE., M.Si., Ak., CA) selaku koordinator dan yang diamanahi untuk mengkoordinir donasi tersebut yang langsung diserahkan melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) serta Lazismu untuk korban terdampak.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB ULM Menyerahkan Bantuan Langsung Secara Simbolis Kepada KorbanTerdampak

Selanjutnya Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan terjun kelapangan untuk secara simbolis menyampaikan donasi yang telah di serahkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggap bencana FEB ULM terhadap korban dan masyarakat terdampak.

Banyak speskulasi dan analisa data pasca banjir bandang menerjang Kalimantan Selatan untuk pertama kalinya yang signifikan memberikan dampak kerugian baik moril, materil serta psikis terhadap warga terdampak. Hal ini ditegaskan oleh Dosen IESP ULM Bapak Hidayatullah Muttaqin, S.E., M.Si., PhD. dalam wa group para akademisi dilingkungan FEB ULM bahwa kedepan para ahli dan akademisi dapat memberikan peran serta sumbangan pemikiran khususnya penelitian sesuai bidang keahlian masing-masing terkait tata kota, lingkungan dan mitigasi bencana dimasa yang akan datang.

UPKH FEB ULM

16 Januari 2020