Selasa (26/3), Program Studi Manajemen FEB ULM melaksanakan kuliah umum yang bertajuk “Manajemen Strategik Korporasi melalui Balance Score Card”. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB ULM, Prof. Dr. Ahmad Yunani, S.E., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yaitu Yasir Azhari, S.St., M.M. Narasumber merupakan alumni Magister Manajemen FEB ULM yang saat ini menjadi Asisten Manajer Sumber Daya Manusia PT Buana Karya Bakti. Acara ini dilaksanakan di Lecture Theatre FEB ULM.

Dalam kuliah umum ini dipaparkan bahwa rencana strategis merupakan hal yang penting sebagai sebuah proses untuk mencapai tujuan perusahaan di masa depan, dengan mempertimbangkan alokasi sumber daya yang dimiliki dan mengajak seluruh pihak dalam organisasi untuk berkolaborasi. Rencana strategis yang baik adalah rencana yang menjawab permasalahan yang dihadapi, menciptakan keseimbangan yang tepat antara apa yang perusahaan mampu lakukan dan apa yang perusahaan ingin lakukan, mampu mengakomodasi perubahan dan visioner.

Selain itu, penting juga bagi perusahaan untuk melakukan Internal Strategic Factors Analysis (IFAS) dan External Strategic Factors Analysis (EFAS). Analisis internal meliputi analisis aset, sumber daya, organisasi, budaya, sistem kerja, dan pemasok perusahaan. Sedangkan analisis eksternal meliputi analisis kompetitor, peraturan, keadaan pasar dan siklus ekonomi. Analisis ini harus mudah dipahami dan selanjutnya dapat digunakan dalam analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) dari perusahaan.

Kuliah umum ini diakhiri dengan pelatihan bagi mahasiswa untuk menyusun visi, misi, dan strategi, yang kemudian diterjemahkan ke dalam empat perspektif, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif finansial menekankan pentingnya profitabilitas perusahaan, perspektif pelanggan mencakup kualitas produk dan pelayanan yang diberikan, perspektif proses internal menjaga kelancaran produktivitas dan mutu perusahaan, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan dapat meningkatkan daya saingnya.